Banyak bunda yang mengeluhkan, β€œKenapa anak saya gak mau dekat dengan saya padahal saya baru pulang kerja dan seharian ga dirumah? Apakah anak saya tidak merindukan saya? Apakah anak saya lupa dengan saya?”
Β 
Waaaah pokoknya banyak deh pikiran-pikiran yang menghantui bunda. Bener kaaan?
Β 
Kadang ketika bunda sibuk bekerja, pasti dalam setiap pekerjaannya gak luput dari bayang-bayang anak. Mungkin bunda bertanya, β€œSedang apa anakku? Sudah makan belum ya? Apa dia bahagia? Apa dia terluka?”
Β 
Duuuh pikiran ini sangat mengganggu dan membuyarkan semuanya.. 😨😨
Β 
Gak bisa kita pungkiri, bunda yang berkarir memiliki dampak baik buat keluarga, salah satunya akan membantu perekonomian keluarga.
Dengan naiknya perekonomian keluarga ini, bunda memilih untuk mempercayakan pengasuhan anaknya kepada baby sitter. Biasanya kejadian ini terjadi pada para bunda yang hidup di daerah perkotaan. Mungkin sangat disayangkan kalau bunda tidak bekerja, karena peluang bekerja bagi bunda yang tinggal di kota lebih besar dibandingkan yang tinggal di daerah.
Β 
Bunda pergi bekerja ketika anak masih tidur, lalu pulang bekerja ketika anak sudah tidur.. Padahal dalam pikiran bunda, ingin sekali ada waktu untuk bisa melihat senyumnya, tawanya, bahkan rindu dengan tangisannya.
Β 
waah luar biasa sekali ya perjuangan bunda yang berkarir.😍😍
Β 
Sepertinya sangat sulit sekali bagi bunda untuk dapat membagi waktu dengan anak tercinta..
Β 
lalu gimana cara bagi waktunya ❓❓
Β 
Berikut adalah tips dari kami untuk bunda yang berkarir agar punya waktu lebih lama dengan anak tercinta
Β 
βœ” Ajarkan anak bunda untuk mandiri
bunda bisa meluangkan waktu untuk pulang lebih cepat atau berangkat lebih lambat. Satu minggu sekali mungkin tidak masalah. Lalu ajarkan anak untuk mandiri. Seperti bisa membuka bajunya sendiri ketika hendak mandi, memakan makanannya sendiri, berpakaian sendiri, dan lain sebagainya. Sehingga ketika anak ditinggal oleh bunda, anak akan terbiasa untuk melakukannya sendiri. Jangan salah lho bunda, anak lebih suka ketika diajarkan orang tuanya daripada dia belajar sendiri dari orang lain.
Cara ini bisa dilakukan untuk anak usia 6 tahun keatas.
Β 
βœ” menemani saat anak makan
meski sederhana, makan bersama keluarga pasti lebih istimewa. Apalagi kalau bunda ada waktu untuk memasak makanannya. Anak tidak akan pernah peduli makanan itu asin atau bahkan hambar, Anak pasti akan senang ketika ditemani makan oleh bundanya. entah itu makan malam atau makan pagi saja.
Bunda juga bisa memasak lebih banyak lalu menyimpan makanannya untuk dimakan kembali. Sehingga bunda tidak perlu membuang-buang waktu untuk memasak kembali. Bunda pasti berfikir, β€œya harus gimana lagi, saya harus bekerja πŸ˜’πŸ˜’β€.
Β 
Stop bunda ❗❗
Β 
Tinggalkan persepsi ini. Meski hanya menyiapkan makanan untuk anak, anak merasa bahagia kok. Bunda bisa berkompromi dengan suami untuk menjadwalkan waktu makan bersama.
Β 
βœ” Menemani anak ketika sakit
Jangan pernah sungkan untuk izin ke atasan ketika anak sakit. Bunda harus temani ia ke dokter. Jika bunda tetap bekerja ketika anak sakit, pikiran bunda pasti akan pecah dan terbayang buah hati yang sedang memelas kesakitan. Ingat bunda, anak membutuhkan sosok bundanya. Jadi luangkanlah waktu untuk merawatnya ketika anak sedang sakit.
Β 
βœ” Gunakan waktu senggang untuk anak
Meskipun hanya memiliki waktu sedikit untuk keluarga, jadikanlah pertemuan keluarga berkualitas. Rencanakan untuk berpergian di akhir pekan atau menonton film bersama. Dihari-hari biasa juga bunda dapat menemani si kecil untuk mengerjakan PR-nya ketika pulang bekerja.
Β 
Waah luar biasa sekali ya bunda yang berkarir πŸ‘πŸ‘
Mereka harus mengerjakan pekerjaan rumah juga pekerjaan kantor dalam waktu yang bersamaan πŸ‘πŸ‘
Kira-kira ada yang bisa memberikan tambahan tips untuk bunda kita yang berkarir?
Bunda berkarir mana suaranya??
Bisa sharing dikomentar ya mengenai pengalaman bunda dengan buah hati tercinta 😍😍

Leave a Reply

Your email address will not be published.